SELAMAT DATANG DI BLOG ANNA ^_^
KEBUDAYAAN
INDONESIA
NUSA TENGGARA TIMUR
A. Pengertian
Kebudayaan
Budaya atau kebudayaan berasal dari
bahasa Sansekerta yaitu buddhayah, yang merupakan bentuk jamak dari buddhi
(budi atau akal) diartikan sebagai hal-hal yang berkaitan dengan budi dan akal
manusia. Dalam bahasa Inggris, kebudayaan disebut culture, yang berasal dari
kata Latin Colere, yaitu mengolah atau mengerjakan. Bisa diartikan juga sebagai
mengolah tanah atau bertani. Kata culture juga kadang diterjemahkan sebagai
“kultur” dalam bahasa Indonesia.
Kebudayaan dapat didefinisikan
sebagai suatu keseluruhan pengetahuan manusia sebagai makhluk sosial yang
digunakannya untuk memahami dan menginterpretasi lingkungan dan pengalamannya,
serta menjadi pedoman bagi tingkah lakunya.
B. Salah Satu Contoh
Kebudayaan Indonesia
Kebudayaan daerah tercermin dalam
berbagai aspek kehidupan masyarakat di seluruh daerah di Indonesia. Setiap
daerah memilki ciri khas kebudayaan yang berbeda. Berikut adalah salah satu
contoh kebudayaan yang berasal dari daerah Nusa Tenggara Timur.
- Upacara Adat
Upacara Adat Reba diselenggarakan
khususnya di beberapa
daerah di Kabupaten Ngada, NTT. Reba merupakan
upacara adat yang bertujuan untuk melakukan
penghormatan dan ucapan rasa terima kasih
terhadap jasa para leluhur.Upacara ini diadakan setiap tahun baru tepatnya
di bulan Januari
atau Februari dengan hidangan utama berupa
ubi. Bagi warga Ngada ubi diagungkan sebagai sumber makanan yang tidak pernah
habis disediakan oleh bumi. Selama upacara diselenggarakan
tarian dengan penari menggenggam pedang panjang (sau) dan tongkat warna-warni
yang di bagian ujungnya dihiasi bulu kambing warna putih (tuba). Sebagai
pengiring tarian adalah alat musik bergesek berdawai tunggal yang terbuat dari
tempurung kelapa atau labu hutan. Upacara adat Reba biasanya
diselenggarakan selama tiga sampai empat hari. Sebelum upacara tari-tarian dan
nyanyian diadakan misa inkulturasi di gereja yang dipimpin seorang pater atau
romo. Upacara ini memang memadukan unsur adat dengan agama.
Upacara Adat
- Rumah Adat
Rumah temukung termasuk dalam kategori rumah
panggung. Rumah yang bentuknya empat persegi panjang ini bagian-bagiannya ada
yang bermakna filosofis dan ada yang non-filosofis (fungsional belaka). Bagian-bagian
itu adalah: atap, bangngu (balok lok bubungan), tiang-tiang gela yang berfungsi
sebagai penopang bangngu, dinding, pintu, tangga, dan kelaga (balai-balai).
Untuk lebih jelasnya, berikut ini bagian-bagian itu akan diuraikan satu-persatu.
Rumah Temukung
Atap
Atap rumah temukung menyerupai
perahu yang terbalik. Oleh karena itu, Orang Sabu menyebut atap rumah temukung
sebagai “atap perahu terbalik”. Bentuk atap yang menyerupai perahu terbalik ini
sangat erat kaitannya dengan kehidupan mereka yang selalu berhubungan dengan
laut (tidak dapat dipisahkan dari laut). Dalam kehidupan sehari-hari, perahu
tidak hanya sekedar sebagai alat transportasi ke dan dari pulau-pulau yang ada
di sekitarnya, tetapi juga sebagai alat untuk mencari ikan dan sekaligus
sebagai tempat berlindung di lautan. Mengingat bahwa perahu demikian berartinya
bagi Orang Sabu, maka ketika mereka membuat rumah, atapnya dibuat menyerupai
perahu (perahu yang terbalik). Ini adalah simbol bahwa kehidupan mereka tidak
lepas dari laut. Malahan, bukan atap rumah saja, menyebut suatu kampung atau
kumpulan kampung pun dengan istilah ree kowa (kampung perahu).
Balok
Lok Bubungan
Istilah lain yang sering
digunakan oleh Orang Sabu untuk menyebut balok lok bubungan adalah “bangngu”.
Bangngu sangat erat kaitannya dengan atap karena ukuran atap ditentukan oleh
bagian ini. Bentuk bangngu pada tipe rumah temukung dan rumah biasa dapat
dibagi menjadi dua, yaitu: ammu ae roukoko (bangngu yang sama ukurannya dengan
badan rumah) dan ammu iki (bangngu yang ukurannya 3/5 dari panjang badan
rumah)2). Bangngu ini dipasangi kayu-kayu yang posisinya menurun ke arah
samping kiri dan kanan sampai ke tepi tiris, sehingga bentuknya menyerupai segi
tiga. Kayu-kayu tersebut oleh mereka disebut worena (usuk besar). Dalam sebuah
rumah, baik temukung maupun rumah biasa, jumlahnya selalu ganjil. Sebutan untuk
jumlah worena dalam sebuah rumah sesuai dengan bahasa deret hitung mereka.
Jadi, jika jumlah worenanya ada tiga buah, maka disebut “wo tallu”; jika ada
lima buah disebut “wo pidu”; jika ada tujuh buah disebut “wo heo”; dan
seterusnya.
Di atas worena dipasangi
kayu-kayu yang arahnya melintang. Kayu-kayu ini oleh Orang Sabu disebut “reng”
atau “badu”. Jumlah badu yang ada dibagian
depan rumah selalu ganjil (9, 11, dan 21), sedangkan
yang ada di bagian belakang rumah selalu
genap (10,12, dan 22). Ganjil dan genapnya jumlah
badu mengandung makna tersendiri. Ganjil merupakan
simbol: kiri, belakang, adik, dan perempuan. Sedangkan, genap merupakan simbol:
kanan, depan, kakak, dan laki-laki. Artinya, dalam struktur sosial masyarakat
Sabu seorang kakak laki-laki mempunyai kedudukan dan peranan yang penting, baik
dalam keluarganya maupun masyarakatnya.
Tiang-tiang Rumah Temukung/Gela
(Tiang Penopang Bangngu)
Jumlah gela ada dua buah. Satu
ada di ujung kiri dan satunya lagi ada di ujung kanan bangngu. Di antara kedua
gela itu ada ruang terbuka (kosong). Orang Sabu menyebut ruang itu “roa ammu”.
Gela biasanya terbuat dari kayu kola, kayu merah, kayu jati, kayu pohon lontar,
kayu pohon kelapa, ajumaddi (kayu hitam) dan aju bahhi (kayu besi). Kayu
lainnya dianggap kurang baik.
Selain gela yang berfungsi
sebagai penopang bangngu ada tiang-tiang yang fungsinya untuk menopang atap
secara keseluruhan. Jumlahnya sekitar 8--10 buah. Tiang-tiang yang jenis
kayunya sama dengan gela dibentuk bulat dengan panjang kurang lebih 3 sampai 4
meter. Ujungnya dibentuk runcing, sedangkan pangkalnya dipotong rata. Ujungnya
yang runcing itu dimasukkan pada lubang yang dibuat pada kebie (balok
penindas), sedangkan pangkalnya ditanamkan dalam tanah. Tiang-tiang tersebut
ada yang ditanamkan dalam tanah (geri) dan ada yang ditumpukan di atas balok
(tiang-tiang yang terdapat di gela). Di antara tiang-tiang itu ada dua tiang
yang oleh Orang Sabu dianggap sebagai “tarru” (tiang utama), yaitu “tarru duru”
(tiang laki-laki/tiang haluan) dan “tarru wui” (tiang perempuan/tiang buritan).
Agar kedua tiang utama itu, satu dengan lainnya tidak kelihatan, maka dibuatkan
dinding pemisah. Ini penting karena menurut mereka tarru duru tidak boleh
“terlihat“ oleh taru wui.
Sementara itu,
tiang-tiang lainnya, seperti tiang-tiang penyangga loteng dan tiang penyangga
balok-balok lainnya diberi nama menurut pembagian utama dalam rumah temukung,
yaitu duru dan wui. Sedangkan, tiang penyangga yang melebar ke tiris, dinamakan
hubu (moncong). Tiang moncong itu sendiri ada yang disebut “moncong duru” dan
“moncong wui”. Ujung duru maupun wui dibuat agak melengkung. Bentuk seperti ini
oleh mereka disebut “tebakka”. Fungsinya sebagai “jalan nafas” rumah.
Lepas dari masalah pemasangan dan
penamaan dari berbagai tiang yang
terdapat pada rumah temukung, yang
jelas bahwa pembulatan dan peruncingan
tiang tidak hanya sekedar bagian dari teknologi
tradisional yang mereka terapkan dalam pembuatan
sebuah rumah temungkus. Akan tetapi, ada
makna simbolik yang mengacu pada pandangan tentang
alam semesta yang bersifat dikotomis. Dalam
konteks ini tiang yang berbentuk bulat bol perempuan.
Kelaga
(Balai-balai)
Orang Sabu menyebut lantai rumah
temukung sebagai kelaga (balai-balai). Kelaga terbagi dalam tiga bagian, yaitu:
kelaga rai (balai-balai tanah), kelaga ae (balai-balai besar) dan kelaga dammu
(balai-balai loteng). Bagian-bagian tersebut sangat erat kaitannya dengan
kepercayaan mereka tentang dunia. Menurut mereka “dunia” terbagi dalam tiga
bagian, yaitu: rai dida-liru bala (dunia para dewa), rai wawa (dunia manusia),
dan rai menata (dunia para arwah).
Kelaga rai terdapat di sepanjang
sisi bagian depan atau bagian kanan rumah3). Kelaga yang ketinggiannya dari
permukaan tanah sekitar 0,50--0,75 meter ini terbagi dalam dua bagian, yaitu:
kelaga rai duru dan kelaga rai wui. Kelaga rai duru adalah kelaga yang berada
di bagian kiri rumah yang disimbolkan sebagai “laki-laki”. Oleh karena itu,
kelaga ini hanya untuk menerima tamu laki-laki. Sedangkan, kelaga rai wui
adalah bagian kelaga yang disimbolkan sebagai “perempuan”. Kelaga ini disamping
untuk menerima tamu perempuan, juga digunakan untuk bekerja (menganyam atau
menenun).
Kelaga ae yang merupakan
balai-balai besar terletak di atas balok-balok utama. Kelaga yang ketinggiannya
sekitar 1,00--1,50 meter dari permukaan tanah ini juga terbagi atas dua bagian:
duru (laki-laki) dan wui (perempuan). Di dalam kelaga ae ini ada empat balok
utama (ae) yang menopang kelaga dammu (balai-balai loteng). Kelaga ini biasanya
digunakan sebagai tempat makan bagi para anggota rumah maupun tamu. Dan, sama
seperti kelaga rai, kaum laki-laki akan makan di bagian duru, sedangkan kaum
perempuan akan makan di bagian wui.
Kelaga dammu (balai-balai loteng)
terletak di bagian wui rumah. Kelaga ini tertutup dengan tabir yang terbuat
dari ketangan rohe (daun kelapa), sehingga terlindung dari pengelihatan
orang-orang yang duduk di bagian “lelaki”. Kelaga ini digunakan untuk menaruh
barang yang berkaitan dengan “urusan” perempuan (benang, alat ikat, tenun dan
lain sebagainya). Hanya kaum perempuan, termasuk Inna Ammu (isteri kepala rumah),
yang boleh memasukinya. Kekhususan inilah yang kemudian membuahkan ungkapan
bahwa kelaga dammu adalah wewenang kaum perempuan.
Selain ketiga kelaga tersebut di
atas, ada sebuah kelaga lagi yang dinamakan kelaga ruuhu (balai-balai rusuk).
Kelaga ini letaknya sejajar dengan bagian tengah rumah temukung. Diantara
kelaga dan ruang tengah diberi dinding (sekat), sehingga tidak terlihat dari
bagian wui maupun duru rumah. Kelaga ruuhu ini pada bagian wui-nya digunakan
untuk melakukan kegiatan memasak serta menyimpan alat-alat dapur. Tempat
tersebut, oleh orang Sabu, disebut “koppo”.
Pintu
Orang Sabu menyebut pintu rumah
temukung sebagai kelai. Bentuknya segi empat. Secara keseluruhan, jumlah pintu
rumah temukung ada empat, yaitu: kelai duru (pintu anjungan), kelai wui (pintu
buritan), kelai koppo (pintu kamar), dan kelai dammu (pintu loteng). Ukuran
setiap pintu bergantung dari ukuran rumah itu sendiri. Meskipun demikian, pada
umumnya berukuran: panjang sekitar 1,30-1,75 meter dan lebar 0,70-0,90 meter.
Di masa lalu pintu terbuat dari anyaman daun lontar. Namun, dewasa ini jarang
ditemukan karena sebagian besar sudah menggunakan kayu.
Berdasarkan cara membuka dan atau
menutupnya, pintu rumah temukung dapat dibedakan menjadi tiga, yaitu: kelai
ketode (pintu tolak gantung), kelai nyaka (pintu tolak) dan kelai moda (pintu
putar). Kelai ketode adalah pintu yang dibuka dengan cara ditolak ke atas dan
hanya terdapat di bagian loteng rumah (kelaga dammu). Kemudian, kelai moda
adalah pintu yang cara buku-tutupnya dengan memutarnya. Sedangkan, kelai nyaka
dibuka dengan cara mendorong ke sisi kiri maupun kanan. Pintu ini terdapat pada
anjungan dan wui (buritan) rumah.
Tangga
Tangga rumah temukung berbentuk
segi empat. Jumlah anak tangganya bergantung tinggi-rendahnya tangga (pada
umumnya berketinggian sekitar 0,50–0,60 meter). Tangga ini kebanyakan digunakan
untuk naik ke loteng (kelaga dammu) atau untuk naik ke balai-balai besar,
khususnya jika panjang balai-balai tanah tidak mencapai daerah pintu. Meskipun demikian,
ada juga yang tidak menggunakan tangga untuk naik ke balai-balai besar (kelaga
ae) karena di bawah pintu anjungan sudah ada balai-balai tanah sebagai tempat
berpijak.
Dinding
Posisi dinding tegak lurus
(menempel pada ujung kelaga ae). Ujung dinding bagian bawah lebih rendah
sedikit dari kelaga ae, sedangkan ujung dinding bagian atas berakhir di bawah
kabie. Dinding tersebut didirikan mengelilingi bagian tengah rumah
(mengelilingi kelaga ae dan kelaga ruuhu). Untuk bagian atas (dammu) hanya
disekat dengan ketangga robe (tutup gesek) yang dibuat dari daun kelapa.
Letaknya yang ada di tengah-tengah atap sekaligus berfungsi sebagai tabir
(pembatas antara loteng dan ruang atap duru (anjungan). Tabir ini juga
berfungsi sebagai pemisah antara atap duru dan wui. Motif hiasan yang terdapat
dalam tabir biasanya berupa meander atau tanaman menjalar.
- Tarian
Tari Perang, tari yang menunjukkan sifat-sifat
keperkasaan dan kepandaian mempermainkan senjata. Senjata yang dipakai berupa
cambuk dan perisai.
Tari Perang
Tari Gareng Lameng,
dipertunjukkan pada upacara khitanan. Tari ini berupa ucapan selamat serta
mohon berkat kepada Tuhan agar yang dikhitan sehat lahir batin dan sukses dalam
hidupnya.
Tari gareng Lameng
- Lagu
Lagu daerah yang berasal dari
propinsi NTT : Anak Kambing Saya, Oras, Loro Malirin, Sonbilo, Tebe Onana,
Ofalangga, Do Hawu, Bolelebo, Lewo Ro Piring Sina, Bengu Re Le Kaju, Aku
Retang, Gaila Ruma Radha, Desaku, Flobaroma, Potong Bebek Angsa.
- Alat Musik
Sasando, Gong, Tambur, Juk Dawan,
Gitar Lio merupakan nama-nama alat musik yang berasal dari NTT. Salah satu
musik yang banyak di kenal masyarakat umum di Indonesia tentang alat musik yang
ada di Nusa Tenggara adalah Sasando. Alat musik ini adalah sebuah alat
instrument petik musik. Asal dari Instrument musik dari pulau Rote, Nusa
Tenggara Timur.
Sasando
- Pakaian Adat
Seni tenun di Nusa Tenggara Timur
konon sudah ada pada masa sebelum ditemukannya serat kapas, pada masa itu
masyarakat Suku Rote menenun dengan menggunakan bahan serat dari sejenis pohon
palem seperti lontar dan gewang. Barang-barang yang dihasilkan dari bahan
tenunan tersebut antara lain kain yang disebut lafe tei, kemudian dipakai
menjadi busana sehari-hari. Setelah serat kapas masuk ke Nusantara, masyarakat
Rote beralih menenun kapas. Tetapi, ada yang masih tersisa dari lafe tei hingga
sekarang, yaitu topi khas Rote yaitu ti’i langga, yaitu penutup kepala yang
berbentuk mirip dengan topi sombrero dari Meksiko.
Ti’langga merupakan aksesoris
dari pakaian tradisional untuk pria Rote. Tetapi pada saat-saat tertentu,
misalnya pada saat menarikan tarian tradisonal foti, perempuan menggunakan
penutup kapala ini.
Ti’i langga terbuat dari daun
lontar yang dikeringkan. Karena sifat alami daun lontar yang makin lama makin
kering, maka ti’i langga pun akan berubah warna dari kekuningan menjadi makin
cokelat. Bagian yang meruncing pada topi tersebut makin lama tidak akan tegak,
tetapi cenderung miring dan sulit untuk ditegakan kembali. Konon hal tersebut
melambangkan difat asli orang Rote yang cenderung keras. Selain itu, ti’i
langga juga merupakan simbol kepercayaan diri dan wibawa pemakainya.
Selain itu, bagi pria, baju adat
rote berupa kemeja berlengan panjang berwarna putih polos. Tubuh bagain bawah
ditutupi oleh sarung tenun berwarna gelap, kain ini menjuntai hingga menutupi
setengah betis. Motif dari kain ini bermacam-macam, bisa berupa binatang,
tumbuhan yang ada tersebar di di kawasan Nusa Tenggara Timur. Dari motif yang
nampak dari kain tenun tersebut dapat dilihat daerah asal pembuatan kain tenun
tersebut.
Sebagai aksesoris sehelai kain
tenun berukuran kecil diselempangkan di bagian bahu. Motifnya serasi dengan
kain tenun pada sarungnya. Selain itu, sebilah golok juga diselipkan di
pinggang depan.
Untuk wanita, biasanya mengenakan
baju kebaya pendek dan bagain bawahnya mengenakan kain tenun. Salah satu motif
yang sering digunakan untuk menghiasi pakaian adat ini adalah motif pohon
tengkorak.
Sebagai pelengkap, sehelai
selendang menempel pada bahunya. Rambut dianggul dan memakai hiasan berbentuk
bulan sabit dengan tiga buah bintang. Hiasan tersebut disebut bulak molik.
Bulan molik artinya bulan baru. Hiasan ini terbuat biasanya terbuat dari emas,
perak, kuningan, atau perunggu yang ditempa dan dipipihkan, kemudian dibentuk
sedemikian rupa hingga menyerupai bulan sabit.
Selain itu, Aksesoris lainnya
adalah gelang, anting, kalung susun (habas), dan pending. Kalung susun atau habas
terbuat dari emas atau perak yang merupakan warisan turun-temurun dari sebuah
keluarga suku Rote. Terkadang, ada yang menanggap bahwa habas merupakan benda
keramat yang dianggap memiliki kekuatan gaib.
Selain habas, aksesoris lainnya
adalah pending. Pending merupakan perhiasan yang terbuat dari kuningan,
tembaga, perak dan emas dan biasa dipakai di bagian pinggang. Motif yang sering
muncul sebagai hiasan pending adalah motif bunga atau hewan unggas.
Pakaian Adat
- Makanan Khas
1. Se'i Babi
Se'i adalah makanan khas Nusa
Tenggara Timur yang cukup banyak ditemukan di jalan-jalan. Se'i adalah daging
yang dimasak dengan cara diasap, dicampur dengan garam, dan rempah-rempah.
2. Catemak Jagung
Catemak jagung adalah makanan
penutup yang terbuat dari jagung, labu lilin, dan kacang hijau yang dimasak
dengan bumbu masak penyedap rasa. Tidak seperti warnanya yang manis seperti
kolak, catemak rasanya asin.
3. Lawar Sarden
Lawar adalah sambal khas Nusa
Tenggara Timur. Lawar sarden terbuat dari cabai, bawang, garam, dan sarden
mentah.
Se’i Babi, Catemak Jagung, & Lawar Sarden
Sumber :
KARTU KREDIT (CREDIT CARD)
A. Pengertian Kartu Kredit
Pengertian kartu kredit Dalam Expert Dictionary didefinisikan: ”kartu yang dikeluarkan oleh pihak bank dan sejenisnya untuk memungkinkan pembawanya membeli barang-barang yang dibutuhkannya secara hutang. Sistem kartu kredit adalah suatu jenis penyelesaian transaksi ritel (retail) dan sistem kredit, yang namanya berasal dari kartu plastik yang diterbitkan kepada pengguna sistem tersebut. Sebuah kartu kredit berbeda dengan kartu debit di mana penerbit kartu kredit meminjamkan konsumen uang dan bukan mengambil uang dari rekening. Kebanyakan kartu kredit memiliki bentuk dan ukuran yang sama, seperti yang dispesifikasikan oleh standar ISO.
Konsep penggunaan kartu dalam transaksi perbankan ternyata telah dikenal lebih dari 67 tahun yang lalu. Meski demikian, muatan teknologi tinggi baru dapat muncul sekitar dekade 1970-an. Pada tahun - tahun ini muncul pertama kali mesin ATM yang menandai transaksi perbankan yang ditunjang oleh teknologi telekomunikasi secara on line untuk semua nasabah selama 24 jam, penuh tidak terputus. Tiga puluh tahun kemudian, gaya transaksi elektronik ini menjadi gaya hidup lebih dari 90 persen transaksi perbankan di negara - negara maju.
B. Sejarah Kartu Kredit
· Sejarah Kartu Kredit Di Dunia
Cikal bakal munculnya kartu kredit sebenarnya sudah diprediksikan dan diramal oleh seorang novelis yang juga seorang pengacara bernama Edward Bellamy dari Massachusetts di tahun 1887. Dalam novelnya yang berjudul Looking Backward, Tuan Bellamy menyebut atau menggunakan istilah "kartu kredit" kurang lebih ada 11 kali. Inilah yang menjadi inspirasi atau pendorong untuk mewujudkan khayalan seperti ini menjadi kenyataan di muka bumi.
Seperti yang pernah kita bicarakan di artikel sebelumnya mengenai sejarah uang, meski uang kertas dan uang logam sudah sangat bagus, tetap saja masih memiliki kendalanya yang kadang sangat merepotkan. Kendala-kendala seperti inilah yang memunculkan ide perlunya alat transaksi yang bisa mengatasi kendala tersebut. Anda bisa melihat dari ulasan di bawah ini atau lebih jelas nanti pada saat kita membahas mengenai berbagai keunggulan kartu kredit dibandingkan transaksi tunai.
Awal tahun 1900-an di Amerika Serikat, beberapa perusahaan pengisian bahan bakar (SPBU) dan department store sebenarnya sudah memperkenalkan semacam kartu belanja yang bisa digunakan oleh konsumen mereka. Tetapi kartu ini diterbitkan oleh perusahaan dan fungsinya hanya sebatas sebagai kartu member saja seperti yang sering kita jumpai seperti Matahari Club Card, dsb. Tujuannya dibuatkan kartu-kartu semacam ini agar konsumen menjadi lebih loyal dan ada manajemen yang rapi mengenai data-data konsumen.
Pada tahun 1946, baru mulailah diperkenalkan kepada masyarakat sebuah sistem pembayaran kredit yang diprakarsai oleh institusi perbankan. Sistem ini dikenal dengan nama "Charge-It" dan diperkenalkan oleh seorang bankir bernama John Biggins dari Flatbush National Bank of Brooklyn. Tujuannya adalah untuk memudahkan konsumen (nasabah bank tersebut) dalam bertransaksi dengan toko-toko atau merchant-merchant yang juga menjadi nasabah di bank tersebut. Jadi merchant-merchant haruslah menyerahkan slip bukti transaksi di mana nanti bank baru akan menagih kepada nasabahnya yang menggunakan fasilitas "Charge-It" ini. Di sini mengharuskan si nasabah memiliki rekening atau dana di bank tersebut.
Perkembangan berikutnya adalah apa yang disebut dengan Diners Club Card. Bermula di tahun 1949 secara tidak sengaja ketika seorang business man bernama Frank McNamara ketinggalan dompet setelah acara makan malam di sebuah restoran ternama. Pada saat tagihan datang, dirinya baru sadar bahwa dompetnya tertinggal. Dari sini Frank McNamara memulai debutnya untuk mencari solusi pengganti uang tunai atau dompet, yang mungkin juga sering kali dan banyak dialami oleh konsumen-konsumen restoran lainnya. Tahun 1950, Frank McNamara bersama rekannya Ralph Schneider kembali ke restoran tersebut dengan menggunakan sebuah kartu pembayaran yang unik. Inilah cikal bakal kartu kredit yang kita kenal hingga saat ini. Semuanya bermula dari Diners Club yang saat itu adalah jenis kartu "charge card".
Kartu "charge" adalah kartu kredit dalam arti kata konsumen bisa menunda pembayaran pada saat transaksi, tetapi ditagih di bulan depan membayar penuh. Sedikit berbeda dengan kartu kredit yang kita kenal sekarang. Namun demikian adalah benar bahwa sejarah kartu kredit di dunia berawal dari Diners Club. Karena Diners Club adalah kartu sistem kredit (penundaan pembayaran) pertama buat konsumen. Semua konsumen pemilik Diners Club bisa makan minum di semua restoran tanpa perlu membawa uang tunai atau takut dompetnya tertinggal. Perusahaan Diners Club yang akan membayar dulu kepada toko atau restoran tersebut, dan akan menagih bulan berikutnya kepada pemilik kartu. Sejak saat itu (1951) penggunaan kartu Diners Club begitu terkenal di Amerika dan pada tahun yang bersamaan ditemukanlah bahan pembuat kartu Diners Club yang menggunakan plastik. Karena dulu kartunya masih kartu dari bahan kertas seperti katu nama.
Tak mau kalah, tahun 1958 American Express mengeluarkan kartu kreditnya yang sering kita kenal dengan istilah kartu AMEX (American Express). Pada awalnya jenis kartu kredit ini juga adalah kartu charge sama seperti Diners Club. Menyusul kemudian Bank of America (VISA) mengeluarkan kartu kredit mereka juga. Era tahun 1960 merupakan era edukasi manfaat kartu kredit secara besar-besaran buat para pelancong yang sering berpindah-pindah kota di Amerika. Dan pada pertengahan 1970 pemerintah Amerika Serikat melalui kongres menetapkan regulasi kebijakan terhadap penggunaan kartu kredit ini. Aturan main semakin diperjelas agar industri kartu kredit bertumbuh dengan baik. Sejak itulah kartu kredit berkembang sedemikian rupa di Amerika Serikat dan akhirnya menular ke negara-negara Eropa, Arab, Asia dan termasuk Indonesia.
Berikut ini sejarah perkembangan layanan kartu kredit yang ada di dunia :
ü Tahun 1924, Konsep penggunaan kartu dalam transaksi perbankan telah mulai diperkenalkan. Beberapa tahun kemudian metode pemakaian kartu ini diikuti oleh 100 buah bank di seluruh dunia.
ü Tahun 1950, Dinners Club dan American Express menjadi kartu yang menggunakan plastik pertama.
ü Tahun 1958, American Express menawarkan kartu untuk pasar travel dan entertainment.
ü Tahun 1966, Bank of Amerika menawarkan lisensi Kartu Amerika Bank ke bank - bank lain untuk membuat kartu pembayaran.
ü Tahun 1969, ATM (Automatic Teller Machine) pertama muncul di Inggris.
ü Tahun 1970, Ide pembuatan kartu kredit diterima secara luas.
ü Tahun 1977, Bank Americard memberi lisensi kartu kredit yang dipusatkan bersama secara resmi dibawah nama Visa.
ü Tahun 1995, Lebih dari 90 persen transaksi perbankan di Amerika dilakukan secara elektronik.
Saat ini di dunia kartu kredit diterbitkan oleh beberapa jaringan internasional yaitu VISA, MASTERCARD, DINNERS CLUB INTERNATIONAL, dan AMERICAN EXPRESS. Untuk jaringannya sendiri saat ini yang paling luas adalah VISA, terbukti dengan dipercaya menjadi sponsor Olimpiade Beijing 2008.
Saat ini yang berhak menerbitkan kartu kredit di Indonesia adalah lembaga keuangan resmi seperti Bank. Masing-masing penerbit memiliki kelebihan dan kekuarangannya masing-masing. Untuk jenisnya sendiri adalah :
1. PLATINUM (Limit Paling Tinggi s.d. tidak terbatas)
2. GOLD (Limit Menengah s.d tinggi)
3. SILVER (Limit Rendah s.d. Menengah)
4. KHUSUS seperti Golf Card, Manchester United Card, dll.
· Sejarah Kartu Kredit di Indonesia
Kartu kredit di Indonesia pertama kali diperkenalkan tahun 1980-an oleh Bank Duta yang bekerja sama dengan prinsipal VISA dan MasterCard Internasional. Bank Dutalah yang menjadi bank pertama di Indonesia yang memasarkan kartu kredit dan secara khusus hanya untuk nasabah-nasabah mereka. Waktu itu kartu kredit yang dipasarkan hanya untuk mengincar orang-orang kaya atau orang-orang kelas tertentu di Indonesia yang sering bepergian ke luar negeri. Tentu membawa uang tunai dalam jumlah besar ke luar negeri bukan pilihan yang bijak sebab selain memberatkan juga sangat berisiko. Uang dalam bentuk cek perjalanan atau giro pun memiliki kendala yang sama yakni bisa rusak, sobek, hilang dicuri dan dipergunakan orang lain. Tetapi tidak demikian dengan kartu kredit.
Bank Duta sekarang sudah tinggal nama masuk museum bersama bankirnya. Ini menjadi bukti bahwa segala sesuatu yang pertama tidak selalu akan menjadi yang terbaik dan bertahan selamanya. Kemudian pemain baru mulai masuk seperti Citibank, BCA, dsb.. Pertama kali datang Citibank belum merubah logo dan namanya. Waktu itu namanya kalau tidak salah masih City Bank. Nama yang menggambarkan sebuah bank di sebuah kota besar yang sangat padat penduduknya (city = kota). Core bisnis Citibank yang membuatnya meraih banyak keuntungan dan begitu terkenal hingga ke berbagai pelosok negeri justru adalah produk kartu kredit ini.
Tetapi bisnis kartu kredit mencapai puncaknya ketika pemerintah mengeluarkan regulasi yang dikenal dengan paket Desember 1988 yang berkaitan dengan dunia perbankan. Perusahaan keuangan baik bank atau nonbank yang menerbitkan kartu kredit di Indonesia tumbuh bagai cendawan di musim hujan. Bukan saja institusi perbankan yang tertarik akan gurihnya bisnis kartu kredit tetapi juga perusahaan swasta yang sama sekali tidak berhubungan dengan industri keuangan. Sebut saja dulu kartu kredit dari Hero Supermarket, IndoMobil Group, Rimo, Astaga, dsb. Semuanya tentu menjalin kerjasama dengan bank atau prinsipal kartu kredit (VISA, MasterCard, JCB, dsb.). Sekadar tahu saja pada tahun 2008 pernah tercatat tak kurang dari 20 bank atau perusahaan yang menawarkan kartu kredit di Indonesia.
Meskipun krisis ekonomi dan keuangan yang sempat melanda kawasan Asia Tenggara yang menyeret Indonesia ke ambang kehancuran dan kerusuhan, yang menyebabkan sebagian bank dilikuidasi dan ditutup, bank-bank yang masih bertahan terutama bank asing tetap saja berlomba-lomba menarik nasabah kartu kredit. Ada saja cara dan trik marketing yang mereka gunakan dalam memasarkan kartu kredit mereka. Sebab bisnis kartu kredit hingga saat ini masih merupakan salah satu urat nadi perbankan dalam meraih untung. Kurang lebih seperti itulah sedikit latar belakang sejarah kartu kredit di Indonesia.
C. Kegunaan dari Kartu Kredit :
1). Sebagai alat ganti pembayaran.
Kartu kredit dapat dipergunakan sebagai alat ganti pembayaran, sehingga kita tak perlu membawa banyak uang tunai, yang dapat berisiko hilang atau jatuh di jalan.
2). Sebagai cadangan.
Kartu kredit juga dapat digunakan sebagai cadangan untuk keperluan mendadak, seperti jika tiba-tiba ada keluarga yang sakit dan perlu di rawat di rumah sakit, maka pembayaran uang muka dapat menggunakan kartu kredit, hal ini tak merepotkan dibanding jika kita harus ke ATM dulu atau mencairkan uang di Bank.
3). Membantu melakukan pembayaran atas tagihan rekening rumah tangga.
Pada kartu kredit ada fasilitas one bill, artinya kita bisa meminta kepada Bank penerbit kartu kredit untuk sekaligus membayarkan tagihan atas rekening: listrik, tagihan telkom/hand phone, tagihan PDAM, tagihan internet serta tagihan-tagihan lainnya dengan sepengetahuan intansi yang mengeluarkan tagihan tersebut. Dengan demikian setiap bulan kita tidak disibukkan membayar ke beberapa instansi, namun pembayaran dapat dilakukan sekaligus melalui kartu kredit, yang langsung dilakukan pendebetan setiap bulannya.
D. Kelemahan dari kegunaan Kartu Kredit di atas :
1. Sebagai Alat Ganti Pembayaran
Kelemahan : Yaitu apabila termasuk tipe konsumtif ini sangat berbahaya, karena kita jadi kesulitan dalam mengontrol semua barang yang kita beli karena kita merasa masih mampu untuk membayarnya dengan Kartu Kredit dengan limit tertentu.
Cara mensiasati :
-Dengan mendaftar seluruh kebutuhan yang memang harus kita penuhi pada saat itu. Misalnya, seperti sekarang ini. Banyak keperluan sekolah anak (buku, seragam baru,dll) yang harus kita penuhi. Jadikan hal ini menjadi prioritas dari pemakaian kartu kredit kita tersebut.
- Usahakan kita membawa Kartu Kredit tersebut hanya ke tempat-tempat yang menyediakan keperluan yang kita butuhkan tersebut. Ini berfungsi untuk meminimalisir pemakaian yang d luar angaran yang kita telah tetapkan di awal.
2. Sebagai Cadangan
Kelemahannya : Kadang banyak fasilitas umum yang belum menyediakan fasilitas pembayaran dengan kartu kredit.
Cara mensiasati : Kita harus membiasakan memprediksi seberapa besar anggaran yang harus kita keluarkan untuk keperluan mendadak. Menurut Bpk. Godo Tjahjono, SE, M Si, RFC praktisi bisnis dan keuangan, kita harus memiliki dana darurat minimal 3-6 kali pengeluaran kita ato keluarga (bagi yang telah berkeluarga). Dan penyimpanannya lebih berupa tabungan ataupun deposito.
3. Membantu Pembayaran Atas Pembayaran dan Tagihan Rumah Tangga
Kelemahannya : Apabila kita lupa membayar tagihan kartu kredit tersebut kita akan membayar bunga yang tidak sebanding bila kita membayar tagihan tersebut tunai melewati ATM atau tunai ke Bank-bank yang telah d tunjuk.
Cara mensiasati :
- Kita mereminder dalam agenda, hp ato alat pengingat lainnya sehari sebelum tagihan jatuh tempo. Bahwa kita harus membayar tagihan tersebut lunas tanpa sisa. Karena keterlambatan bisa d kenakana bunga 2-3% dari total tagihan.
- Jangan sekali-kali mempergunakan fasilitas ambil tunai dari Kartu Kredit anda, karena itu akan dikenakan bungan 10% langsung setelah transaksi.
Memiliki salah satu alat pembayaran yang mudah seperti Kartu Kredit memang bukan sesuatu hal yang buruk ataupun rugi, tetapi bagaimana cara kita mensiasatinya adalah kunci utama untuk dapat terhindar dari kesalahan-kesalah kita dalam mengatur anggaran keuangan pribadi kita.
KARTU ATM
A. MENGENAL KARTU DEBIT & KARTU ATM
Kartu Debit dan kartu ATM adalah kartu khusus yang diberikan oleh bank kepada pemilik rekening, yang dapat digunakan untuk bertransaksi secara elektronis atas rekening tersebut. Pada saat kartu digunakan bertransaksi, akan langsung mengurangi dana yang tersedia pada rekening. Apabila digunakan untuk bertransaksi di mesin ATM, maka kartu tersebut dikenal sebagai Kartu ATM. Namun apabila digunakan untuk transaksi pembayaran dan pembelanjaan non-tunai dengan menggunakan mesin EDC (Electronic Data Capture), maka kartu tersebut dikenal sebagai Kartu Debit. Setiap pemegang kartu diberikan nomor pribadi (PIN) yang sangat rahasia untuk keamanan dan otorisasi transaksi. Untuk Kartu Debit, selain otorisasi dengan PIN, dimungkinkan pula otorisasi dengan tanda tangan seperti halnya Kartu Kredit. Batas (limit) transaksi Kartu Debit dan Kartu ATM tergantung dari jenis kartu yang anda miliki. Umumnya terdiri dari limit jumlah dan frekuensi transaksi, baik untuk penarikan tunai, belanja, transfer.
B. Sejarah ATM
Luther George Simjian adalah salah seorang Penemu dan ilmuwan yang berumur cukup panjang. Ia dilahirkan di Turki pada 28 Januari 1905, dan meninggal pada 23 Oktober 1997 dalam usia 92 tahun. Simjian muda hijrah ke Amerika Serikat pada usia 15 tahun, karena dipisahkan dari keluarganya pada masa Perang Dunia I. Setelah bertemu dengan kerabatnya di Connecticut, dia mulai belajar mandiri dengan bekerja sebagai Fotografer sesuai dengan bidang ketertarikannya. Pada awal mulanya, Simjian belajar di Universitas Yale dengan mengambil bidang Kedokteran. Namun minatnya berubah ketika Pihak Universitas memberikan pekerjaan di Laboratorium Foto. Pada tahun 1928, dia telah menduduki jabatan Direktur pada Departemen Fotografi di Universitas tersebut.
Pada tahun 1934 Simjian pindah ke New York, di mana dia mengembangkan mesin X-ray warna dan self-posing portrait camera, yang memungkinkan subyek untuk melihat ke dalam cermin dan melihat gambar yang tepat yang akan diambil. Dengan berbekal penemuannya ini, Simjian mendirikan sebuah perusahaan manufaktur kamera dan menjual lisensi untuk menggunakan kamera tersebut di studio mini yang diletakkan dalam Departement Store dengan nama Photoreflex yang kemudian diganti dengan nama Reflectone. Perusahan inilah yang kemudian terus melakukan pengembangan optik, dan perangkat elektro mekanik.
Ketika Simjian menawarkan ide untuk membuat pelanggan bank melakukan transaksi finacial tanpa bertemu dengan teller, ia diragukan banyak orang. Tak kenal menyerah, pada tahun 1939, Simjian mendaftarkan 20 paten yang berkaitan dengan perangkat temuan barunya tersebut, dan menawarkan temuannya kepada sebuah perusahaan besar yang sekarang dikenal dengan nama Citicorp. Baru setelah 6 bulan kemudian, Citicorp merespon tawaran Simjian tersebut.
“Tampaknya, orang yang akan menggunakan mesin ini hanyalah sejumlah kecil pelacur dan penjudi yang malu dan tidak mau bertemu muka dengan tellers” tulis Simjian. Ups, ternyata hari ini pada setiap sudut jalan, kita dapat dengan mudah menemukan mesin “ajaib” ini. Apa yang menjadi keraguan banyak orang pada masa tersebut sangat tidak terbukti. ATM sudah menjadi kebutuhan yang tidak terpisahkan bagi kebanyakan orang yang tinggal di perkotaan. Penemuan Simjian yang pada awalnya diragukan, kini telah membantu banyak orang dengan hadirnya kemudahan melalui mesin ATM.
B. Kegunaan
Kartu Debit dan Kartu ATM berguna sebagai alat bantu untuk melakukan transaksi dan memperoleh informasi perbankan secara elektronis.
· Jenis transaksi yang tersedia antara lain:
1. Penarikan tunai
2. Setoran tunai
3. Transfer dana
4. Pembiayaan
5. Pembelanjaan
· Jenis informasi yang tersedia antara lain:
1. Inforamsi saldo
2. Inforamsi kurs
Seiring dengan kemajuan teknologi, jenis transaksi dan informasi yang tersedia akan terus bertambah.
C. Keuntungan
1. Mudah. Tidak perlu datang ke bank untuk melakukan transaksi atau memperoleh informasi.
2. Aman. Tidak perlu membawa uang tunai untuk melakukan transaksi belanja di toko.
3. Fleksibel. Transaksi penarikan tunai/ pembelanjaan via ATM/EDC dapat dilakukan dijaringan bank sendiri, jaringan lokal dan internasional.
4. Leluasa. Dapat bertransaksi setiap saat meskipun hari libur.
D. Makna Logo Pada Kartu Kredit dan Kartu ATM
Logo yang tertera pada kartu menunjukkan bahwa kartu tersebut memiliki akses di jaringan yang tertera logo yang sama.
Jaringan tersebut adalah :
1. Jaringan lokal: Link, ALTO, ATM Bersama, PRIMA.
2. Jaringan internasional: CIRRUS, MAESTRO, Mastercard Electronic, VISA Plus, VISA Electron
E. Biaya
Umumnya bank akan mengenakan biaya untuk penggunaan kartu, antara lain biaya administrasi bulanan dan biaya transaksi, khususnya transaksi yang menggunakan jaringan lain. Biaya transaksi via jaringan yang dikenakan oleh bank penerbit akan berbeda untuk transaksi yang dilakukan di jaringan lokal dan jaringan internasional.
Hal-hal yang perlu diperhatikan
1. Apabila kartu hilang atau rusak, segera lapor ke call center bank penerbit.
2. Pastikan kartu selalu berada di bawah pengawasan, karena sifatnya sama seperti dompet pribadi/uang tunai.
3. Pastikan kartu tidak dipindahtangankan/ dipinjamkan ke orang lain.
4. Jangan meletakkan kartu di dekat benda yang mengeluarkan elektromagnetik atau diatas benda panas.
5. Jangan menginformasikan PIN kepada orang lain karena bersifat pribadi dan rahasia.
6. Kesalahan memasukkan PIN secara berulang akan mengakibatkan kartu ditelan mesin ATM atau terblokir.
7. Tanyakan kepada bank Anda mengenai biayabiaya dan batas (limit) transaksi.
8. Simpan slip transaksi sampai Anda memastikan transaksi tersebut tidak bermasalah.
SUMBER :
E-BANKING DI INDONESIA
A. Pengertian E-Banking
Perbankan Elekronik (bahasa Inggris: E-banking) adalah salah satu sektor yang terpengaruh oleh perkembangan teknologi informasi dan komunikasi adalah perbankan, penggunaan teknologi informasi dan komunikasi di sektor perbankan nasional relatif lebih maju dibandingkan sektor lainnya. Perbankan elektronik mencakup wilayah yang luas dari teknologi yang berkembang pesat akhir-akhir ini. Beberapa diantaranya terkait dengan layanan perbankan di “garis depan”, seperti ATM dan komputerisiasi (sistem) perbankan, dan beberapa kelompok lainnya bersifat "garis belakang", yaitu teknologi-teknologi yang digunakan oleh lembaga keuangan, 'merchant, atau penyedia jasa transaksi.
Berbagai jenis teknologinya diantaranya meliputi:
· Anjungan Tunai Mandiri (Automated Teller Machine)
· Sistem Aplikasi Perbankan (Banking Application System)
· Sistem Penyelesaian Bruto Waktu-Nyata (Real-Time Gross Settlement System)
· Perbankan Daring (Internet Banking)
· Sistem Kliring Elektronik
Bank Indonesia sendiri lebih sering menggunakan istilah Teknologi Sistem Informasi Perbankan untuk semua terapan teknologi informasi dan komunikasi dalam layanan perbankan, atau lebih populer dengan istilah perbankan elektronik (electronic banking).
B. Sejarah E-Banking
Tahun 2000, implementasi e-Banking dan mobile banking mulai di lakukan oleh beberapa Bank di Indonesia. Bank di Indonesia mulai memasuki dunia maya.
E-Banking yang ada di Indonesia antara lain :
• 1998 Sep, Bank Internasional Indonesia https://www.bankbii.com/
• 2000, Bank Niaga https://secure.bank2home.com/ib-niaga/Login.html
• 2001,BankBukopin https://secure.bank2home.com/appbukopin/login.jsp
• 2001, Bank Sentral Asia (BCA) https://ibank.klikbca.com/
• 2003, Bank Mandiri https://ib.bankmandiri.co.id/
• 2005, Bank PermataNet https://www.permatanet.com
• 2006, Bank Permata e-Business https://www.permatae-business.com/
• 2007, Bank Negara Indonesia https://ibank.bni.co.id/
• Bank Lippo https://ebanking.lippobank.co.id
C. ELECTRONIC BANKING
Bank menyediakan layanan Electronic Banking atau E-Banking untuk memenuhi kebutuhan Anda akan alternative media untuk melakukan transaksi perbankan, selain yang tersedia di kantor cabang dan ATM.
Dengan Electronic Banking, Anda tidak perlu lagi membuang waktu untuk antri di kantor-kantor bank atau ATM, karena saat ini banyak transaksi pebankan dapat dilakukan dimanapun, dan kapanpun dengan mudah dan praktis melalui jaringan elektronik, seperti internet, handphone, dan telepon.
Contohnya adalah transfer dana antar rekening maupun antar bank, pembayaran tagigan, pembelian pulsa isi ulang, ataupun pengecekan mutasi dan saldo rekening.
D. Cara Mendapatkan E-Banking
Anda yang telag memiliki rekening Tabungan atau Giro dapat mengajukan layanan E-Banking, yang meliputi internet banking, mobile banking, phone banking dan sms banking.
E. INTERNET BANKING
Anda dapat melakukan transaksi perbankan (finansial dan non-finansial) melalui komputer yang terhubung dengan jaringan internet bank.
• Jenis Transaksi :
- Transfer dana
- Informasi saldo, mutasi rekening, informasi nilai tukar
- Pembayaran tagihan (misal: kartu kredit, telepon, handphone, listrik)
- Pembelian (misal: pulsa isi ulang, tiket pesawat, saham)
• Hal-hal yang perlu diperhatikan untuk keamanan transaksi Internet Banking :
- Jangan pernah memberitahukan User ID dan PIN (Personal Identification Number) Anda kepada orang lain, termasuk kepada petugas dan karyawan Bank
- Jangan meminjamkan KeyToken pengaman transaksi Anda kepada orang lain
- Jangan mencatat User ID Anda di tempat yang mudah diketahui orang lain
- Gunakan User ID dan PIN Anda secara hati-hati agar tidak terlihat dan diketahui oleh orang lain
- Pastikan Anda mengakses alamat situs bank dengan benar. Pahami dengan baik situs bank Anda
F. MOBILE BANKING
Adalah layanan perbankan yang dapat diakses langsung melalui telepon selular/handphone GSM (Global for Mobile Communication) dengan menggunakan SMS (Short Message Service).
• Jenis Transaksi :
- Transfer dana
- Informasi saldo, mutasi rekening, Informasi nilai tukar
- Pembayaran (kartu kredit, PLN, telepon, handphone, listrik, asuransi)
- Pembelian (pulsa isi ulang, saham)
• Hal-hal yang perlu diperhatikan untuk keamanan transaksi Mobile Banking:
- Anda wajib mengamankan PIN Mobile Banking
- Anda bebas membuat PIN sendiri. Jika merasa diketahui oleh orang lain, segera melakukan penggantian PIN.
- Bilamana SIM Card GSM Anda hilang/dicuri/ dipindahtangankan kepada pihak lain, segera beritahukan bank Anda terdekat atau segera telepon ke Call Center bank tersebut.
G. PHONE BANKING
Adalah layanan yang diberikan untuk kemudahan dalam mendapatkan informasi perbankan dan untuk melakukan transaksi finansial non-cash melalui telepon.
• Jenis Transaksi :
- Transfer dana
- Informasi saldo, mutasi rekening
- Pembayaran (kartu kredit, PLN, telepon, handphone, listrik, asuransi)
- Pembelian (pulsa isi ulang)
• Hal-hal yang perlu diperhatikan untuk keamanan transaksi Phone Banking
- Anda wajib mengamankan PIN Phone Banking
- Anda bebas untuk membuat PIN sendiri. Jika merasa diketahui oleh orang lain, segera lakukan penggantian PIN.
H. SMS BANKING
Adalah layanan informasi perbankan yang dapat diakses langsung melalui telepon selular/handphone dengan menggunakan media SMS (short message service)
• Jenis Transaksi :
- Transfer dana
- Informasi saldo, mutasi rekening
- Pembayaran (kartu kredit)
- Pembelian (pulsa isi ulang)
• Hal-hal yang perlu diperhatikan untuk keamanan transaksi SMS Banking:
- Jangan memberitahukan kode akses/nomor pribadi SMS Banking Anda kepada orang lain
- Jangan mencatat dan menyimpan kode akses/nomor pribadi SMS Banking Anda di tempat yang mudah diketahui oleh orang lain.
- Setiap kali melakukan transaksi melalui SMS Banking, tunggulah beberapa saat hingga Anda menerima response balik atas transaksi tersebut.
- Untuk setiap transaksi, Anda akan menerima pesan notifikasi atas transaksi berupa SMS yang akan tersimpan di dalam inbox.
I. Keuntungan Electronic Banking
1. Dapat digunakan kapan saja dan di mana saja.
2. Hanya dengan menggunakan perintah melalui komputer dan/atau alat komunikasi yang Anda gunakan, dapat langsung melakukan transaksi perbankan tanpa harus datang ke kantor bank atau ke ATM (kecuali untuk ambil uang tunai).
J. Ancaman keamanan
Meskipun menawarkan kemudahan,tetap saja ada ancaman keamanan yang mengintai. Biasanya, ancaman ini ditujukan kepada pihak pengguna yang notabene lemah dari sisi kesadaran berteknologi. Beberapa ancaman yang sering muncul, antara lain Typo-site atau website forging merupakan teknik membuat situs yang memiliki domain San tampilan yang mirip dengan situs aslinya. Tujuannya, mendapatkan username dan password pengguna. Misalnya saja, situs dengan nama netbank.com. Kembaran situs ini biasanya memiliki nama-nama yang mirip, seperti net-bank.com, netbank.com, atau netibank.com.
Key-logger adalah virus atau trojan yang tersembunyi dan bertugas merekam setiap input ketikan tombol user keyboard. Aplikasi ini tertanam di komputer tanpa diketahui pengguna dan bertugas mendapatkan username dan password akses pengguna ke suatu situs.Man in the middle attack, aktivitas seorang cracker (sebutan untuk hacker jahat) yang menyadap informasi dari pengguna. Informasi yang disadap bisa berupa password, username, dan pesan elektronik. Kejadian ini biasanya menimpa pengguna yang menggunakan komputer di lingkungan umum seperti warnet dan free hotspot.
K. Mengutamakan keamanan
Di dunia ini memang tidak ada yang seratus persen aman. Meskipun begitu, pihak bank selalu mengusahakan yang terbaik dalam hal keamanan situs dan transaksi online nasabahnya. Beberapa teknik pengamanan yang biasanya digunakan oleh bank antara lain Penerapan teknologi secure socket layer (SSL) 128 bit dan secure HTTP (HTTPS), yang berfungsi mengen-skripsi informasi yang dikirimkan pengguna. Sehingga, ketika terjadi man in the middle attack, informasi tetap aman dan tidak bisa dibaca oleh penyadap.
Melengkapi nasabah dengan alamat pengamanan tambahan berupa token PIN. Alat ini berfungsi menghasilkan PIN yang selalu berganti ketika nasabah melakukan transaksi.Memasang sertifikat di situsnya sebagai proteksi tambahan. Sehingga, nasabah bisa membedakan antara situs asli dan situs gadungan dengan melihat peringatan di browser.Penggunaan firewall dan antivirus untuk mencegah akses ilegal di jaringan perbankan.
L. Kesadaran berteknologi
Meskipun pihak bank selaku penyedia layanan internet banking telah meningkatkan pengamanan layanannya, tetap saja sasaran yang paling empuk adalah pengguna layanan. Titik kelemahannya ada pada minimnya kesadaran berteknologi pengguna. Misalnya, pengguna berbagi kode PIN, selalu mengklik “Yes” ketika muncul notifikasi di komputer, dan lupa logout.
M. Berikut beberapa tips agar aman bertransaksi menggunakan internet-banking.
Selalu periksa kembali alamat situs layanan internet banking yang di ketikan di address bar. Pastikan bahwa alamat situs telah lengkap, tidak kurang, dan tidak lebih.Bila muncul peringatan sertifikasi situs saat mengakses internet banking, sebaiknya batalkan akses dan periksa ulang alamat situs. Biasanya, situs internet banking telah disertifikasi secara internasional sehingga tidak akan muncul peringatan sertifikasi.
Disarankan untuk tidak mengakses situs internet banking di tempat-tempat publik dan kurang terpercaya, seperti di komputer warnet, komputer kantor, komputer teman, dan/ree hotspot. Lebih diutamakan menggunakan komputer pribadi.Tetap rahasiakan informasi apa pun dan kepada siapa pun terkait dengan akses internet banking yang dimiliki, termasuk username, password, dan PIN. UbahJah password dan PIN secara berkala.
Jika menemui keganjilan apa pun, hentikan kegiatan dan jangan lagi memasukkan password atau informasi sensitif lainnya. Tanyakan kepada orang yang dipercaya atau costumer support bank bersangkutan.Meskipun tidak menjamin 100 persen aman, pasanglah antivirus dan firewall untuk menghindari key-logger.Hindari mengakses situs porno dan situs penyedia aplikasi game gratisan. Biasanya, virus dan trojan key-logger menumpang dalam situs ini.Untuk keamanan maksimal dan terhindar dari man in the middle attack serta virus dan trojan, gunakan komputer dengan sistem operasi yang aman dan bebas dari virus dan trojan, seperti Linux dan Macintosh.Selalu klik logout setelah selesai menggunakan internet banking.
N. Jenis-jenis Teknologi E-Banking
Penggunaan teknologi informasi dan komunikasi di perbankan nasional relatif lebih maju dibandingkan sektor lainnya. Berbagai jenis teknologinya diantaranya meliputi Automated Teller Machine, Banking Application System, Real Time Gross Settlement System, Sistem Kliring Elektronik, dan internet banking. Bank Indonesia sendiri lebih sering menggunakan istilah Teknologi Sistem Informasi (TSI) Perbankan untuk semua terapan teknologi informasi dan komunikasi dalam layanan perbankan. Istilah lain yang lebih populer adalah Electronic Banking.
Electronic banking mencakup wilayah yang luas dari teknologi yang berkembang pesat. Beberapa diantaranya terkait dengan layanan perbankan di “garis depan” atau front end, seperti ATM dan komputerisiasi (sistem) Perbankan, dan beberapa kelompok lainnya bersifat ”back end”, yaitu teknologi-teknologi yang digunakan oleh lembaga keuangan, merchant, atau penyedia jasa transaksi, misalnya electronic check conversion.
Selain itu, beberapa jenis E-banking terkait langsung dengan rekening bank. Jenis E-Banking yang tidak terkait rekening bias any berbentuk nilai moneter yang tersimpan dalam basis data atau dalam sebuah kartu (chip dalam smart card). Dengan semakin berkembangnya teknologi dan kompleksitas transaksi, berbagai jenis E-bankinf semakin sulit dibedakan karena fungsi dan fiturnya semakin terintegrasi atau mengalami konvergensi. Sebagai contoh, sebuah kartu plastik mungkin memiliki “magnetic strip”- yang bisa mengkaitkan dengan rekening bank, dan juga memiliki nilai moneter yang tersimpan dalam sebuah chip. Kadang kedua jenis kartu tersebut disebut “debit card” oleh merchant atau vendor. Beberapa gambaran umum mengenai jenis-jenis teknologi E-Banking dapat dilihat di bawah ini :
Automated teller machine (ATM). Terminal elektronik yang idsediakan lembaga keuangan atau perusahaan lainnya yang membolehkan nasabah untuk melakukan penarikan tunai dari rekening simpanannya di bank, melakukan setoran, cek saldo, atau pemindahan dana.
Computer banking. Layanan bank yang bisa diakses oleh nasabah melalui koneksi internet ke pusat pusat data bank, untuk melakukan beberapa layanan perbankan, menerima dan membayar tagihan, dan lain-lain.
Debit (or check) card. Kartu yang digunakan pada ATM atau terminal point-of-sale (POS) yang memungkinkan pelanggan memperoleh dana yang langsung didebet (diambil) dari rekening banknya.
Direct deposit. Salah satu bentuk pembayaran yang dilakukan oleh organisasi (misalnya pemberi kerja atau instansi pemerintah) yang membayar sejumlah dana (misalnya gaji atau pensiun) melalui transfer elektronik. Dana ditransfer langsung ke setiap rekening nasabah.
Direct payment (also electronic bill payment). Salah satu bentuk pembayaran yang mengizinkan nasabah untuk membayar tagihan melalui transfer dana elektronik. Dana tersebut secara elektronik ditransfer dari rekening nasabah ke rekening kreditor. Direct payment berbeda dari preauthorized debit dalam hal ini, nasabah harus menginisiasi setiap transaksi direct payment.
Electronic bill presentment and payment (EBPP). Bentuk pembayaran tagihan yang disampaikan atau diinformasikan ke nasabah atau pelanggan secara online, misalnya melalui email atau catatan dalam rekening bank. Setelah penyampaian tagihan tersebut, pelanggan boleh membayar taguhan tersebut secara online juga jika berkenan. Pembayaran tersebut secara elektronik akan mengurangi saldo simpanan pelanggan tersebut.
Electronic check conversion. Proses konversi informasi yang tertuang dalam cek (number rekening, jumlah transaksi, dll) ke dalam format elektronik agar bisa dilakukan pemindahan dana elektronik.
Electronic fund transfer (EFT). Perpindahan “uang” atau “pinjaman” dari satu rekening ke rekening lainnya melalui media elektronik..
Payroll card. Salah satu tipe “stored-value card” yang diterbitkan pemberi kerja sebagai pengganti cek yang memungkinkan pegawainya mengakses pembayaraannya pada terminal ATM atau Point of Sales. Pemberi kerja menambahkan nilai pembayaran pegawai ke kartu tersebut secara elektronik.
Preauthorized debit (or automatic bill payment). Bentuk pembuayaran yang mengizinkan nasabah untuk mengotorisasi pembayaran rutin otomatis yang diambil dari rekening banknya pada tanggal-tangal tertentu dan biasanya dengan jumlah pembayaran tertentu (misalnya pembayaran listrik, tagihan telpon, dll). Dana secara elektronik ditransfer dari rekening pelanggan ke rekening kreditor (misalnya PLN atau PT Telkom).
Prepaid card. Salah satu tipe Stored-value card yang menyimpan nilai moneter di dalamnya dan sebelumnya pelanggan sudah membayar nilai tersebut ke penerbit kartu.
Smart card. Salah satu tipe stored-value card yang didalamnya tertanam satu atau lebih chips atau microprocessors sehingga bisa menyimpan data, melakukan perhitungan, atau melakukan proses untuk tujuan khusus (misalnya validasi PIN, otorisasi pembelian, verifikasi saldo rekening, dan menyimpan data pribadi). Kartu ini bisa digunakan pada system terbuka (misalnya untuk pembayaran transportasi public) atau system tertutup (misalnya MasterCard atau Visa networks).
Stored-value card. Kartu yang di dalamnya tersimpan sejumlah nilai moneter, melalui pembayaran sebelumnya oleh pelanggan atau melalui simpanan yang diberikan oleh pemberi kerja atau perusahaan lain. Untuk single-purpose stored value card, penerbit (issuer) dan penerima (acceptor) kartu adalah perusahaan yang sama dan dana pada kartu tersebut menunjukkan pembayaran di muka untuk penggunaan barang dan jasa tertentu (misalnya kartu telpon). Limited-purpose card secara umum digunakan secara terbatas pada terminal POS yang teridentifikasi sebelumnya di lokasi-lokasi tertentu (misalnya vending machines di sekolah-sekolah). Sedangkan multi-purpose card dapat digunakan pada beberapa penyedia jasa dengan kisaran yang lebih luas, misalnya kartu dengan logo MasterCard, Visa, atau logo lainnya dalam jaringan antar bank.
Sumber :








